Jumat, 16 Oktober 2015

OTORITER PENGUASA

Tentu kalian tau istilah peraturan sang penguasa baik itu "guru, Dosen, Senior, Bos dikantor bahkan orangtua" pasal 1: Sang penguasa tidak pernah salah, Pasal 2; bila sang penguasa salah maka Kembali ke pasal satu. pasal itu tidak hanya berlaku disaat OSPEK saja tapi berlaku di semua sisi kehidupan yang harus dijalani.

Istilah itu mungkin karena ketidak pekaan seseorang dalam menanggapi suatu masalah. misalnya:
1. seorang junior berkomentar tentang ospek yang dilakukan terlalu berlebihan, tapi malah di hukum oleh senior disini terjadi kesalahan dalan hak kebebasan mengeluarkan pendapat.
2. seorang murid yang menjawab soal matematika dengan alur penyelesaian yang berbeda, makan akan di salahkan oleh guru.
3. seorang mahasiswa yang bimbingan untuk tugas akhir takkan bisa mengeluarkan pendapatnya sendiri karena takut Dosen yang bersangkutan tersinggung atas ucapannya.

Tiga hal tersebut adah bentuk otoriter penguasa dalam dunia pendidikan yang benar-benar terjadi di kehidupan kita sehari-hari. hal tersebut membuat kekakuan diri kepada sesuatu dan sang penguasa telah menghilangkan rasa percaya diri seseorang juga dia telah melanggar hak seseorang dalam mengeluarkan pendapat.

Bukankan setiap manusia hidup untuk saling berbagi dan saling mengingatkan. seorang pengajar hendaknya lebih peduli terhadap pembentukan karateristik muridnya dibandingkan dengan meningkatkan egonya sendiri.Kesabaran sangat berperan penting dalam mendidik seseorang, tapi sebahagian pengajar malah tidak memilikinya.

Hal ini sangat miris sekali dan terjadi disekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar